Molas “Lompongite”

okezone.com

“Dari seorang pengagum yang tak pernah berani menyatakan kekaguman”

I
Di Lompongite suatu hari
Aku menjadi tamu keseribu

Kulihat kau duduk tersipu
Ditemani “Ada Apa Denganmu”

Aku duduk, di sudut meja kelabu
Begitu senang menatapmu, meski dengan sayu

Kau tentu ingat, pada menit ke sekian,
Mata kita bertemu, lalu tersenyum.

Di antara kita, Peter Pan seakan kembali bertalu:
“Ada Apa Denganmu?”, dan seterusnya.

Kau mengerlingkan mata, seakan mau bilang “Kasih Slow Tempo”
Aku terpaku, takut hanya “Jaga Orang Pung Jodoh”

Tapi, aku tahu, sinyal hati kita sama-sama timbul tenggelam
Dan seakan berkata: “Antara Nyaman dan Cinta, Beta Dilema”

Lalu kita tersenyum kembali
Atas nama rindu, mungkin cinta

Namun, aku masih saja bertanya-tanya dalam hati
Siapakah dirimu sebenarnya?

Tapi, tiap kali bertanya begitu
Aku selalu dicemooh Peter Pan:
“Ada Apa Denganmu?”

II

Setelah membunuh lapar yang purba
Dengan setangkup nasi dan sepotong ikan
Aku masih saja bertanya dalam hati
Siapakah dirimu sebenarnya?

Kau belum beranjak
Seakan membiarkanku terus menebak

Aku mengingkan sebuah mukjizat malam ini
Bukan untuk menggandakan roti dan ikan
Tapi untuk memecahkan teka-teki kecil
Tentangmu, dengan seluruh seginya.

Ingin sekali aku bertanya langsung:
Siapa namamu? Dari mana?
Ke sini dengan siapa?

Tapi aku merasa terlalu tua
Untuk bertanya begitu

III

Aku mengerti
Dari caramu mengerlingkan mata
Ada rindu yang riuh, entah kepada siapa

Aku lalu pergi membayar ke kasir
Dan terus membiarkanmu tumbuh jadi pertanyaan

Aku sadar, tak ada mukzijat yang lebih besar malam ini
Selain hanya kenyangnya sebuah perut
Yang lapar oleh banyak pertanyaan

Ya, begitulah
Mungkin dengan terus menjadi pertanyaan
Kau semakin menarik untuk dicintai.

Midnight, 22/7/2020

Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Post 1

Ads Post 2

Ads Post 3

Ads Post 4