Pergilah, Berbohonglah Sebanyak-banyaknya! (Cerpen Abimantrana)

sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Oleh : Abimantrana* 

Mari bung, duduk manis di sini. Mari berpangku tangan sambil bersila. Aku tahu otakmu sedang lelah dan lapar memikirkan kepastian cinta, harga diri, dan pekerjaan. Aku punya hidangan yang nikmat dan cocok buat otakmu itu. Ini dia hidangannya: cerita tentang agungnya sebuah kebohongan.

Jadi begini. Buat kalian yang hidup dalam kecemasan akan cinta, harga diri, dan pekerjaan, kuberitahu rahasia untuk mengatasinya: berbohong. Ya, berbohonglah.

Kau tidak percaya, bung? Oke, baiklah. Rupanya aku harus memperdengarkanmu sebuah cerita.

Waktu SMA, aku tak punya modal apa-apa buat menggaet perempuan cantik. Uang, aku tak punya. Tampan juga tidak. Malang sekali nasibku waktu itu.

Coba kau bayangkan. Wajah sederhana dengan hidung yang pesek dan tinggi yang pas-pasan membuatku lebih mirip seekor kutu ketimbang seorang musafir pencari cinta. Kau mau berpacaran dengan kutu? Akh, nekat benar. Nanti kau dicibir. Orang akan bilang, “Eh, lihat kutu busuk berkencan.” Aku kutunya, kau busuknya.

Satu lagi. Pokoknya kau harus tahu yang satu ini juga.

Aku ini anak yatim piatu yang tak ditinggalkan warisan. Bisa kau bayangkan betapa susahnya hidupku. Bisa makan sepiring nasi tanpa lauk saja sudah terasa cukup bagiku. Yang penting bisa bertahan hidup. Itu saja, tidak lebih.

Nasibku hancur lebur. Apalagi otakku juga pas-pasan, untuk tidak dikatakan bodoh, yang terasa kasar. Ini soal kesantunan saja. Kau tidak perlu persoalkan.

Kalau demikian, kelanjutannya bisa kau tebak. Adakah yang mau berpacaran denganku? Adakah yang mau berpacaran dengan manusia yang lebih mirip kutu? Siapa pun pasti tidak mau. Seandainya ada, aku bisa pastikan, itu perempuan buta, atau setidaknya yang lebih malang dariku. Perempuan yang sama bodohnya denganku pasti juga tidak mau. Sedih, bukan?

Tapi aku perlu menceritakan sebuah keberuntungan padamu. Belum ada yang tahu kisah ini. Aku yakin kau orang yang tepat untuk menjaga rahasia ini. Tapi, ingat, jangan sekali-kali kau ceritakan ini pada orang lain tanpa seizinku. Dengarkan baik-baik.

Pada suatu titik waktu yang tak pernah aku duga, aku berhasil menggaet seorang perempuan cantik. Uhh, cantik sekali. Setidaknya menurutku. Tidak tahu menurut kau.

Nama perempuan itu Ratna. Ia begitu dikagumi dan bahkan menjadi rebutan banyak orang. Suatu hari, kau tahu, dia jatuh di pelukanku. Kau kaget, bukan? Nah, makanya dengarkan lagi.

Perempuan itu seksinya minta ampun. Ia punya mata lentik, bola mata bulat dan montok, semontok bola pingpong. Hidungnya mancung seperti gadis blasteran. Punya bibir sensual dan tubuh gemulai seperti gitar Spanyol. Betisnya kinclong, sekinclong tofles kaca. Tak ada satu pun yang kurang darinya. Sempurna bukan main.

Setiap orang yang melihatnya dibikin tak mampu berkedip. Banyak orang berusaha mendekatinya. Bahkan ada yang sampai terjun bebas dari sebuah jembatan karena tak berhasil mendapatkan cinta seorang Ratna. Singkatnya, begitu banyak yang tidak berhasil merebut hati mungil Ratna.

Kau tahu apa masalahnya? Itu karena mereka tidak pandai berbohong. Mereka terlalu jujur, lebih tepatnya sok jujur.

Coba kau bayangkan. Si Rinto, anak petani miskin itu, dia merayu Ratna dengan super jujur, “Ratna, cintaku padamu sangat besar. Tapi aku anak orang miskin. Mencintaimu bikin aku merasa kaya.”

Buset kan? Memangnya dia bisa nafkahi perempuan itu dengan cinta. Yah, makan itu cinta. Kau pun tentu bisa menebak jawaban Ratna. Dia langsung menolak cinta si Rinto miskin itu. Maka, ingat ini, salah besar kalau kau merayu perempuan dengan modal cinta semata.

Aku punya trik tersendiri ketika merebut hati Ratna. Aku memang tak pandai basa-basi. Pada suatu hari Valentine, aku cuma katakan dengan lembut dan romantis, “Ratna, aku suka kamu. Ini ada hadiah untukmu. Tas yang kubeli di Italia.” Kau tahu, dia langsung luluh, klepek-klepek.

Mungkin kau sulit menebak kelanjutannya. Kuberi tahu kau ya. Seketika itu Ratna yang cantik itu runtuh ke pelukanku. Maka, tidak perlu basa-basi. Katakan saja, “Aku suka kamu, ini ada oleh-oleh buatmu.” Itu bikin perempuan jatuh hati dan sulit melupakanmu.

Satu hal lagi yang perlu kau tahu. Jangan terlalu jujur dalam hidup ini. Perlu sesekali berbohong untuk mendapatkan apa yang kau inginkan.

Mungkin kau bertanya-tanya, dari mana aku mendapatkan uang untuk membeli tas bermerek dan mahal seperti itu. Sekali ini aku mau jujur, sebenarnya aku tidak punya banyak uang. Aku cuma pandai berbohong.

Aku katakan saja pada Ratna, orangtuaku pengusaha sukses, aku sering diajak bepergian ke luar negeri. Makanya aku bisa membelikan tas bermerek itu untukmu. Padahal, tas itu aku curi di sebuah perumahan mewah.

Dengan sekali berbohong, aku dapat merengkuh hati Ratna. Ia pun terjun bebas ke pelukanku. Memang tidak untuk waktu yang lama, tapi paling tidak aku sempat merebut hatinya. Ingat satu hal ini, langgengnya hubungan itu urusan kedua, yang paling penting itu kau dapatkan dulu hati perempuan yang kau suka. Itu konsepnya.

Nah, gampang bukan untuk menggaet hati perempuan? Kau bisa mencobanya. Saya yakin kau punya bakat untuk itu dan saya juga yakin kau pasti berhasil. Maka, cobalah untuk lebih banyak berbohong jika memang kau mau mendapatkan apa yang kau inginkan, terutama untuk mendapatkan perempuan yang kau suka.

Berbohong adalah kunci untuk sukses dalam hidup ini. Lihatlah, banyak orang di negeri ini yang bisa kaya dan suskes justru karena lincah memainkan jurus ini: berbohong.

Jika kau ingin dihargai, disegani, dan dikenang sebagai pahlawan, berbohonglah. Jika kau ingin kaya raya, berbohonglah. Jika kau ingin mendapatkan jabatan bagus tanpa harus sekolah tinggi-tinggi, berbohonglah. Jika kau mau mendapatkan cinta seorang perempuan cantik, berbohonglah.

Satu hal lagi, bung. Sesekali kau juga perlu mencuri untuk membahagiakan orang yang kau cintai. Sebab teman dekat dari berbohong adalah mencuri. Kau akan menikmati keduanya. Aku sendiri sudah melakoni keduanya. Makanya aku jadi sukses begini.

Nah, bagaimana, mudah bukan membuat diri kita dihargai dan dicintai? Jika kau pandai berbohong, segalanya akan gampang kau gapai: harta, takhta, dan wanita. Dengan mendapatkan semua itu, kau akan dihormati dan dicintai. Hidupmu akan terasa penuh dan sempurna, tanpa harus berlelah-lelah dan bersusah-susah. 

Bagaimana, kau masih lelah juga memikirkan kepastian cinta, harga diri, dan pekerjaan? Nah, ayo, pergilah...berbohonglah sebanyak-banyaknya!


*Abimantrana adalah nama pena Jimmy Hyronimus, mahasiswa semester VIII STFK Ledalero, Maumere, Flores-NTT, pengagum karya-karya Eka Kurniawan. Ia sering menulis beberapa karya cerpen yang dimuat di beberapa media baik cetak maupun online. Saat ini tinggal di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, Maumere.
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Post 1

Ads Post 2

Ads Post 3

Ads Post 4